Saturday, 29 December 2012

Syair Doa KH. Abdul Hamid Pasuruan


بسم الله الرّحمن الرّحيم

يَا رَبَّنا اعْتَرَفْنا * بِأَنَّنَا اقْتَرَفْنَا
Wahai Tuhan kami! kami mengakui telah berbuat dosa

وَاَنَّنَا اَسْرَفْنَا * عَلَى لَظَى اَشْرَفْنَا
Sungguh kami telah melampaui batas dan kami hampir masuk neraka ladho

فَتُبْ عَلَيْنَا تَوْبَةْ * تَغْسِلْ لِكُلِّ حَوْبَةْ
Maka berilah kami taubat, sucikanlah kami dari segala dosa

وَاسْتُرْ لَنَا الْعَوْرَاتِ * وَاَمِنِ الرَّوْعَاتِ
Tutuplah segala keburukan kami, amankanlah dari segala ketakutan

وَاغْفِرْ لِوَالِدِيْنَا * رَبِّ وَمَوْلُوْدِيْنَا
Wahai Tuhan ampunilah orang tua kami dan anak-anak kami

وَالْاَلِ وَالْاِخْوَانِ * وَسَائِرِالْخِلَّانِ
Ampunilah keluarga, teman-teman dan semua saudara

وَكُلِّ ذِيْ مَحَبَّةَ * أَوْ جِيْرَةٍ أَوْ صُحْبَحْ
Ampunilah kekasih, tetangga dan semua sahabat

وَالْمُسْلِمِيْنَ اَجْمَعْ * اَمِيْنَ رَبِّ اِسْمَعْ
serta semua muslim, Wahai Tuhan semoga Kau dengar kau kabulkan

فَضْلًا وَجُوْدًا مَّنَّا * لَا بِاكْتِسَابٍ مِنَّا 
Dengan anugrah, kemurahan, dan kemuliaanMu, bukanlah sebab usaha kami

بِاالْمُصْطَفَى الرَّسُوْلِ * نَحْظَى بِكُلِّ سُوْلِ
Dengan wasilah Rasul Terpilih, kami peroleh segala permintaan

صَلَّى وَسَلَّمْ رَبِّ * عَلَيْهِ عَدَّ الْحَبِّ
Semoga Allah memberi rahmat dan keselamatan kepada Rasul sebanyak bijian (sebanyak-banyaknya).

وَاَلِهِ وَالصَّحْبِ * عَدَدَ طَشِّ السُّحْبِ
Kepada dan keluarganya sebanyak rintikan hujan yang turun

وَالْحَمْدُ لِلْاِلَهِ * فِيْ الْبَدْءِ وَالتَّنَاهِى
Segala puji bagi Allah dari permulaan dan penghabisan

Doa Minta Mimpi Rasulullah SAW??


Tiada doa untuk meminta supaya dapat bermimpi Rasulullah SAW melainkan orang yang amat cinta pada Nabi SAW. Mereka selalu berselawat 1000 dan ke atas setiap hari kerana mereka sayang pada Rasulullah SAW. Jadi, kita kena banyakkanlah berselawat pada Rasulullah SAW bukan niat kerana nak mimpi Baginda SAW tetapi kerana SAYANG kepada baginda SAW. Ini supaya apabila kita dapat bermimpi baginda, kita tidak jadi Riya', Sum'ah dan sebagainya yang merugikan kita. Ingat, dapat bermimpi Rasulullah SAW adalah suatu pemberian oleh Allah, kalau kita tak dapat jumpa Rasulullah SAW di dunia, insyaAllah kita akan bertemu dengan baginda Rasulullah SAW di akhirat kelak.

19 huruf بِسْمِ اللهِ الرَحْمٰنِ الرَحِيْمِ

Habib Munzir Bin Fuad Al-Musawa



19 huruf, terpadu dari 19 huruf, dan 19 huruf ini juga diriwayatkan dalam tafsir Imam Qurtuby, bahwa ini menunjukan jumlah kaum Hawariyyin, orang orang yang mendukung Nabiyallah 'Isa'alaihishsholatu wassalam di masa itu maksudnya بِسْمِ اللهِ الرَحْمٰنِ الرَحِيْمِ

19 huruf itu isyarah bagi orang orang nasrani bahwa Allah mengetahui berapa yang menolong Nabiyallah 'Isa 'alaihishsholatu wassalam, yaitu 19 orang Hawariyyiin yang disebut dalam firman Allahsubhanahu wa ta'ala

قَالَ عِسَى ابْنُ مَرْيَمَ لِلحَوَارِيِّنَ مَنْ أَنْصَارِيْ إِلَى اللهِ قَالَ الحَوَارِيُّوْنَ نَحْنُ أَنْصَارُ اللهِ...........

itu 19 orang, lalu berkata Nabiyallah 'Isa, "maukah diantara kalian berkorban? ia nanti wajahnya seperti wajahku dan ia akan dihukum mati dan kujanjikan baginya surga", kemudian satu maju dari 19, maka ketika mereka ingin menangkap Nabiyallah 'Isa, (dalam riwayat Imam Qurtuby dan Imam Thabrany dalam tafsirnya), disaat itu Allah secepatnya mengangkat Nabiyallah 'Isa ke langit, diangkat oleh Allah subhanahu wa ta'ala,

وَمَا قَتَلُوهُ وَ مَا صَلَبُوْهُ وَلٰكِنْ شُبِّهَ لَهُمْ

Nabiyallah 'Isa tidak dibunuh dan tidak disalib, akan tetapi satu orang wajahnya dirubah oleh Allah mirip dengan Nabiyallah 'Isa, dalam Tafsir Imam Qurtuby dan Thabrany mengatakan itu adalah salah satu dari kaum Hawariyyin, mereka tidak percaya, ketika Hawariyyun mengatakan bahwa "itu bukanlah Nabiyallah 'Isa akan tetapi itu salah satu dari kami," maka dihitung jumlahnya ternyata jumlah mereka 18, satu tidak ada kemana? sudah dirubah oleh Allah wajahnya mirip Nabiyallah 'Isa ibn Maryam 'alaihishsholatu wassalam, oleh sebab itu, بِسْمِ اللهِ الرَحْمٰنِ الرَحِيْمِ itu 19 huruf 

Mutiara Kata~

Kalam Mutiara Al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz BSA




اَمَْلئ قَلْبَكَ بِمَحَبَّةِ إِخْواَنِكَ يَنْجَبِرْ وَنُقْصاَنُكَ يَرْتَفِعْ عِنْدَاللهِ شأْنَكَ
Penuhilah hatimu dengan kecintaan terhadap saudaramu niscaya akan menyempurnakan kekuranganmu dan mengangkat derajatmu di sisi Allah.

مَنْ كاَنَ أَعْرَفْ كاَنَ أَخْوَف
Barangsiapa semakin mengenal kepada Allah niscaya akan semakin takut.

مَنْ لَمْ يُجاَلِسْ مُفْلِحُ كَيْفَ يُفْلِحُ ومَنْ جاَلَسَ مُفْلِحُ كَيْفَ لاَ يُفْلِحُ
Barangsiapa yang tidak mau duduk dengan orang beruntung, bagaimana mungkin ia akan beruntung. Barangsiapa yang duduk dengan orang beruntung bagaimana mungkin ia tidak akan beruntung.

مَنْ كاَنَ سَيَلْقَى فِيْ الْمَوْتِ الْحَبِيْبَ فَالْمَوْتُ عِيْداً لَهُ
Barangsiapa menjadikan kematiannya sebagai pertemuan dengan Sang Kekasih (Allah), maka kematian adalah hari raya baginya.

مَنْ صَدَّقَ باِلرِّساَلَةِ خَدَمَهاَ
مَنْ صَدَّقَ باِلرِّساَلَةِ تَحَمَّلْ مِنْ أَجْلِهاَ
مَنْ صَدَّقَ باِلرِّساَلَةِ بَدَّلَ ماَلَهُ وَ نَفْسَهُ مِنْ شأْنِهاَ

Barangsiapa percaya pada Risalah (terutusnya Rasulullah), maka ia akan mengabdi padanya. Dan barangsiapa percaya pada Risalah, maka ia akan menanggung (sabar) karenanya. Dan barangsiapa yang membenarkan risalah, maka ia akan mengorbankan jiwa dan hartanya untuknya.

كُلُّ واَحِدٍ قُرْبُهُ فِيْ الْقِياَمَةِ مِنَ الأَ نْبِياَءِ عَلَى قَدْرِ إِهْتِماَمِهِ بِهَذِهِ الدَّعْوَةِ
Kedekatan seseorang dengan para Nabi di hari kiamat menurut kadar perhatiannya terhadap dakwah ini.

ماَ أَعْجَبَ الأَرْضُ كُلُّهاَ عِبْرَةٌ لاَ أَظُنَّ يُوْجَدُ عَلَى ظَهْرِ الأَرْضِ إِلاَّ شِبْراً وَلِلْعاَقِلِ فِيْهِ عِبْرَةٌ إِذاَ اعْتُبَرَ
Betapa anehnya bumi, semuanya adalah pelajaran. Kukira tidak ada sejengkal tanah di muka bumi kecuali di situ ada ‘ibrah (pelajaran) bagi orang yang berakal apabila mau mempelajarinya.

خَيْرُ النَّفْسِ مُخاَلَفَتُهاَوَ شَرُّ النَّفْسِ طاَعَتُهاَ
Sebaik-baik nafsu adalah yang dilawan dan seburuk-buruk nafsu adalah yang diikuti.

مِنْ دُوْنِ قَهْرِ النُّفُوْسِ ماَيَصِلُ الإِنْساَنُ إِلَى رَبِّهِ قَطٌّ قَطٌّ قَطٌّ وَالْقَرْبُ مِنَ اللهِ عَلَى قَدْرِ تَصْفِيَةِ النُّفُوْسِ
Tanpa menahan hawa nafsu maka manusia tidak akan sampai pada Tuhannya sama sekali dan kedekatan manusia terhadap Allah menurut kadar pembersihan jiwanya.

إِذاَ انْفُتِحَتِ الْقُلُوْبُ حَصَلَ الْمَطْلُوْبَ
Jikalau sebuah hati telah terbuka, maka akan mendapatkan apa yang diinginkan.

مَنْ كاَنَ لَهُ بِحاَرٌ مِنَ الْعِلْمِ ثُمَّ وَقَعَتْ قِطْرَةٌ مِنَ الْهَوَى لَفَسَدَتْ
Barangsiapa yang mempunyai samudra ilmu kemudian kejatuhan setetes hawa nafsu, maka hawa nafsu itu akan merusak samudra tersebut.

لَحْظَةٌ مِنْ لَحَظَاتِ الْخِدْمَةِ خَيْرٌ مِنْ رُؤْيَةِ الْعَرْشِ وَ ماَ فِيْهِ أَلْفَ مَرَّةٍ
Sesaat dari saat-saat khidmat (pengabdian), lebih baik daripada melihat ‘Arsy dan seisinya seribu kali.

الإِ نْطِواَءُ فِيْ الشَّيْخِ مُقَدِّمَةٌ لِلْإِ نْطِواَءِ فِيْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
وَالْإِ نْطِواَءُ فِيْ الرَّسُوْلِ مُقَدِّمَةٌ لِلْفَناَءِ فِي اللهِ

Menyatunya seorang murid dengan gurunya merupakan permulaan di dalam menyatunya dengan Rasulullah Saw. Sedangkan menyatunya dengan Rasulullah Saw. merupakan permulaan untuk fana’ pada Allah (lupa selain Allah).

لَمْ يَزَلِ النَّا سُ فِي كُلِّ وَقْتٍ ماَ بَيْنَ صِنْفَيْنِ : صِنْفُ سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ وَ صِنْفُ سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ الْجُحُوْدِ
Manusia di setiap waktu senantiasa terdiri dari dua golongan, golongan yang di wajahnya terdapat tanda-tanda dari bekas sujud dan golongan yang di wajahnya terdapat tanda-tanda dari bekas keingkaran.

مَنْ طَلَبَ غاَلِى باِلْبَدْلِ لاَ يُباَلِيْ
Barangsiapa yang menuntut keluhuran, maka tidak akan peduli terhadap pengorbanan.

إِنَّ لِلسَّجُودِ حَقِيْقَةٌ إِذاَ ناَزَلَتْ أَنْواَرُهاَ قَلْبَ الْعَبْدِ ظَلَّ الْقَلْبِ ساَجِداً أَبَداً فَلاَ يَرْفَعُ عَنِ السُّجُودِ
Sesungguhnya di dalam sujud terdapat hakikat yang apabila cahanya turun pada hati seorang hamba, maka hati tersebut akan sujud selama-lamanya dan tidak akan mengangkat dari sujudnya.

قاَلَ فِيْ شَأْنِ دَعْوَةٍ : الواَجِبُ أَنْ نَكُوْنَ كُلَّناَ دَعاَةً وَلَيْسَ بِواَجِبٍ أَنْ نَكُوْنَ قُضاَةً أَوْ مُفْتِيَيْنِ ( قُلْ هَذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ عَلَى بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي ) فَهَلْ نَحْنُ تَبِعْناَهُ أَوْ ماَ تَبِعْناَهُ ؟ فاَلدَّعْوَةُ مَعْناَهاَ : نَقْلُ النَّاسِ مِنَ الشَّرِّ إِلَى الْخَيْرِ وَ مِنَ الْغَفْلَةِ إِلَى الذِّ كْرِ وَ مِنَ الإِدْباَرِ إِلَى الإِقْباَلِ وَ مِنَ الصِّفَاتِ الذَّمِيْمَةِ إِلَى الصِّفَاتِ الصاَّ لِحاَتِ
Beliau berkata tentang dakwah, “Yang wajib bagi kita yaitu harus menjadi da’i dan tidak harus menjadi qadhi atau mufti. “Katakanlah wahai Muhammad Saw.: “Inilah jalanku, aku mengajak kepada Allah dengan hujjah yang jelas; aku dan pengikutku).” Apakah kita ikut padanya (Rasulullah) atau tidak ikut padanya? Arti dakwah adalah memindahkan manusia dari kejelekan menuju kebaikan, dari kelalaian menuju ingat kepada Allah, dan dari keberpalingan kembali menuju kepada Allah, dan dari sifat yang buruk menuju sifat yang baik.

الشَّيْطاَنُ يَتَفَقَّدُ أَصْحاَبَهُ وَ الرَّ حْمَنُ يَرْعَى أَحْباَبَهُ
Syetan itu mencari sahabat-sahabatnya dan Allah menjaga kekasih-kekasihNya.

كُلُّماَ عَظُمَتِ الْعِباَداَتِ خَفَّتِ الْعاَداَتُ وَ كُلُّماَ عَظُمَتِ الْعِباَدَةُ فِي الْقَلبِ خَرَجَتْ عَظَمَةُ الْعاَدَةِ
Apabila ibadah agung bagi seseorang maka ringanlah adat (kebiasaan) baginya dan apabila semakin agung nilai ibadah dalam hati seseorang maka akan keluarlah keagungan adat darinya.

إِذاَ صَحَّ الْخُرُوْجُ حَصَلَ بِهِ الْعُرُوْجُ
Bila benar keluarnya seseorang (di dalam berdakwah), maka ia akan naik ke derajat yang tinggi.

أَخْرِجْ خَوْفَ الْخلْقِ مِنْ قَلبِكَ تَشْتَرِحْ بِخَوْفِ الْخلْقِ
وَ أَخْرِجْ رَجاَءَ الْخلْقِ مِنْ قَلبِكَ تَسْتَلِدَّ بِرَجاَءِ الْخلْقِ

Keluarkanlah rasa takut pada makhluk dari hatimu maka engkau akan tenang dengan rasa takut pada Khaliq (Pencipta). Dan keluarkanlah berharap pada makhluk dari hatimu maka engkau akan merasakan kenikmatan dengan berharap pada Sang Khaliq.

كَثْرَةُ الصَّفاَ طِ وَ كَثْرَةُ الْمِزاَحِ عَلاَمَةُ خُلُوِّ الْقَلبِ عَنْ تَعْظِيْمِ اللهِ تَعاَلَى وَ عَلاَمَةُ ضَعْفِ الإِيْماَنِ
Banyak bergurau dan bercanda merupakan pertanda sepinya hati dari mengagungkan Allah dan tanda dari lemahnya iman.

حَقِيْقَةُ التَّوْحِيْدِ قِراَءَةُ الْقُرْآنِ باِلتَّدَبُّرِ وَقِياَمُ اللَّيْلِ
Hakikat tauhid adalah membaca al-Qur’an dengan merenungi artinya dan bangun malam.

مَـا ارْ تَقَى اِلَى اْلقِمَّـةِ اِلاَّ بالْهِمَّـةِ
Tidak akan naik pada derajat yang tinggi kecuali dengan himmah (cita-cita yang kuat).

مَنِ اهْـتَمَّ بِالْوَقْتِ يَسْـلَمْ مِنَ الْمَقْتِ
Barangsiapa memperhatikan waktu, maka ia akan selamat dari murka Allah.

سَبَبٌ مِنْ أسْبَابِ نُزُوْلِ الْبَلاَءِ وَ الْمَصَائِبِ قِلَّةُ الْبُكَائِيْنَ فِى جَوْفِ اللَّيْلِ
Salah satu dari penyebab turunnya bencana dan musibah adalah sedikitnya orang yang menangis di tengah malam.

أهْلُ اْلإتِّصَالِ مَعَ اللهِ اَمَْلَئَ اللهُ قُلُوْبَهُمْ بِالرَّحْمَةِ فِى كُلِّ لَحْـظَةٍ
Orang yang selalu mempunyai hubungan dengan Allah, Allah akan memenuhi hatinya dengan rahmat di setiap waktu.

Try Usha dan Pikir ..

5 minit ..

Alkisah 5 minit dalam kehidupan Ustazah Fatimah....

Di dalam sebuah taman terbuka, ustazah Fatimah duduk di bangku bertentangan dengan Ramli, seorang bapa yang turut membawa anak-anaknya untuk bermain di taman itu.

“Itu anak lelaki saya di sana,” kata Ustazah Fatimah sambil menunjukkan jarinya ke arah seorang budak lelaki berbaju merah yang sedang bermain basikal.

“Anak yang soleh,” jawab Ramli.

“Itu anak perempuan saya berbaju putih sedang bermain buaian” kata Ustazah Fatimah.

Ustazah Fatimah terus berbual dengan Ramli mengenai keluarga masing-masing.

Melihat jam menghampiri 630pm, Ustazah Fatimah bertanya ke anak lelakinya yang berusia 5 tahun, “Hamid, apa kata kita balik rumah masa dah nak masuk waktu Maghrib sekejap lagi?”

“Mak, lima minit lagi boleh?” jawab anak lelakinya.

Ustazah Fatimah menangguk. Selepas lima minit, Ustazah Fatimah bertanya lagi.

“Mid, masa dah sampai, jom balik,” katanya. “Mak, boleh lima minit lagi. Lima minit sahaja lagi,” rayu anak lelakinya lagi.

Ustazah Fatimah menggangguk ok sambil senyum.

“Ustazah memang seorang penyabar. Kalau saya, saya dah lama marah kat anak saya,” kata Ramli yang kagum dengan kesabaran Ustazah Fatimah.

“Abangnya Salih terbunuh dilanggar seorang pemandu mabuk tahun lepas semasa mengayuh basikal di sini. Saya tidak meluangkan masa yang banyak bersama abangnya Salih dan sekarang saya akan memberikan apa sahaja untuk menghabiskan lima minit lagi untuk bersama anak-anak saya. Saya berjanji tidak akan melakukan kesilapan yang sama pada anak-anak saya. Hamid rasa dia ada 5 minit lagi untuk mengayuh basikal. Tapi yang sebenarnya ialah, Allah memberikan saya 5 minit lagi untuk melihat anak saya bermain.”

Pengajaran: Hidup ini semuanya berkisar kepada apa yang penting dengan apa yang tak penting. Keluarga ialah benda terpenting bagi setiap orang, dan oleh itu, luangkan masa dengan sebaiknya bersama orang tersayang.

Berapa antara kita yang sudah terabaikan anak-anak kita semata-mata terlalu fokus dalam pekerjaan, perjuangan kita dan aktiviti masing-masing? Jaga prioriti dalam kehidupan, sesal kemudian tiada berguna.

Senyum.

Sedikit Perkongsian by Habib Najmuddin


* Bila HATI ini tidak di isi dengan selain daripada ALLAH, maka Syaitan lah yang akan MENGENDALIKAN hati kita, sedangkan hati ini milik ALLAH *

* Jika kita tidak mementingkan ALLAH , malah kita melebihikan diri dan dunia daripada melebihikan ALLAH, maka kita ini terdiri dari orang yang JAHIL *

Tujuan kita menuntut ILMU itu adalah tidak lain dan tidak bukan :

1. Untuk kita kenal ALLAH dengan lebih dekat. kenal dengan PENCIPTA kita.

2. Untuk merasakan diri kita ni kerdil dan hina, serta menambahkan sifat tawadhuk dalam diri.

3. Melihat orang lain itu lebih mulia dari diri kita. itulah yang di katakan NUR dari keberkatan ilmu tersebut.

Ahlul Bait

Maulana Syekh Afifuddin Abdul Qodir bin Manshuruddin al Jailani al Baghdadi, Keturunan ke-33 Ahlul Bait Nabi dan Keturunan ke-18 dari Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani r.a.


Riak di Internet ??